Sabtu, 15 Juni 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Candi Jabung - Probolinggo
LATAR SEJARAH
Candi
Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten
Probolinggo, bahan terbuat dari bata merah, dengan ukuran panjang 13,13
meter, lebar 9,6 meter, tinggi 16,42 meter. Candi menghadap ke barat,
Batur dan kaki candi berdenah persegi, badan Candi berbentuk silinder
dan atap berbentuk dagoba, tetapi bentuk dagoba ini sudah runtuh. Batur
dan kaki candi berhias motif sulur-suluran pada panel maupun di dalam
medalion. Badan candi kecuali mempunyai hiasan sulur-suluran juga relief
cerita, yaitu cerita Sri Tanjung. Pada candi juga terdapat
relung-relung yang dihiasi dengan Kepala Kala. Pada ambang pintu
terdapat relief roset dengan angka tahun 1276 Saka (1354 m). Di dalam
bilik candi masih terdapat lapikan arca. Atap candi juga berhias motif
sulur-suluran.
Candi
Jabung dalam Kitab Negarakertagama, pupuh XXXI diuraikan pada saat Raja
Hayam Wuruk mengadakan perjalanan di daerah timur (th. 1359) setelah
sampai di Kalayu berhenti untuk mengadakan upacara persembahan (nyekar =
yakni upacara penaburan bunga). Kalayu adalah nama desa perdekan
kasugatan, tempat candi makam sanak kadang Baginda Raja. Penyekaran di
makam dilakukan sangat hormat “memegat sigi” nama penyekaran itu.
Setelah selesai penyekaran, perjalanan diteruskan mengujungi desa-desa
disekitarnya dan bermalam beberapa malam. Kalayu ditinggalkan dan
perjalanan menuju ke Kutugan melalui Kebon Agung sampai Kembangrawi dan
bermalam. Tanah anugerah Sri Nata kepada Tumenggung Nala, candinya budha
menjulang tinggi sangat elok bentuknya. Paginya Baginda dan rombongan
meneruskan perjalanan ke Halses, B’rurang, Patunjungan, terus langsung
melintasi Patentanan, Tarup dan Lesan sampai di Pajarakan.
Disamping
itu di Kitab Pararaton disebutkan bahwa di desa Sejabung terdapat
bangunan suci yang diberi gelar abhiseka : Bajrajinaparamitapura. Bila
diperhatikan dari urutan perjalanan dan nama-nama desa yang dilalui dan
disinggahi maka bangunan suci tersebut kiranya dapat disamakan dengan
Candi Jabung sekarang dan bersifat agama Budha.
ARTI DAN FUNGSI CANDI
Minggu, 10 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Buddha dan Sifat-sifat Utamanya
Di
dalam agama Hindu, Buddha dimasukkan kedalam 10 Avatàra dan Buddha menempati
urutan ke 9 sebelum Kalki Avatàra.
Dan
Inilah Dua Puluh Sembilan Manusa Buddha Yang Bertugas Di Dunia dengan Sifat
Utamanya
|
No
|
Nama Buddha
|
Sifat Utama
|
|
1
|
Tanhankara
|
Maha Perwira
|
|
2
|
Medankara
|
Maha Mulia
|
|
3
|
Saranankara
|
Maha Welas-asih
|
|
4
|
Dipankara
|
Cahaya Cemerlang
|
|
5
|
Kondanna
|
Junjungan Manusia
|
|
6
|
Mangala
|
Yang Maha Agung
|
|
7
|
Sumana
|
Pemberani Yang Berbudi Lemah Lembut
|
|
8
|
Revata
|
Penambah Kegembiraan, Kebahagiaan
|
|
9
|
Sobhita
|
Yang Penuh Kebajikan
|
|
10
|
Anomadassi
|
Manusia Utama
|
|
11
|
Paduma
|
Obor Semesta Alam
|
|
12
|
Narada
|
Pembimbing Yang Tiada Taranya
|
|
13
|
Padumuttara
|
Makhluk Yang Tiada Taranya
|
|
14
|
Sumedha
|
Yang Paling Mulia
|
|
15
|
Sujata
|
Pimpinan Jagad Raya
|
|
16
|
Piyadassi
|
Maha Junjungan Umat Manusia
|
|
17
|
Atthadassi
|
Yang Penuh Kasih-sayang
|
|
18
|
Dhammadassi
|
Penghalau Kegelapan
|
|
19
|
Siddhatta
|
Yang Tiada bandingnya Didunia
|
|
20
|
Tissa
|
Pemberi Karunia Yang Utama
|
|
21
|
Phussa
|
Yang Sempurna Ke Tujuan Akhir
|
|
22
|
Vipassi
|
Yang Tiada Saingannya
|
|
23
|
Sikhi
|
Pahlawan Cinta-kasih Tanpa Batas
|
|
24
|
Vessabhu
|
Penyebar Kebahagiaan Sejati
|
|
25
|
Kusandha (Krakucchanda)
|
Penunjuk Jalan Para Musafir
|
|
26
|
Konagamana (Kanakamuni)
|
Yang Berusaha Tanpa Akhir
|
|
27
|
Kassapa (Kasyapa)
|
Cahaya Sempurna
|
|
28
|
Gotama (Gautama)
|
Kejayaan dalam Keluarga Gotama (Gautama)
|
|
29
|
Matteya (Maitreya)
|
Yang Penuh Dengan Cinta-kasih
|
Jumat, 27 April 2012
Jumat, 20 April 2012
Aborsi menurut Agama Buddha
ABORSI..
Pembunuhan Bayi VS Penyelamatan Ibu
Samen leven (kumpul kebo), seks bebas asal suka sama suka. Ini merupakan akibat dari perkembangan dan perubahan peri-kehidupan modern dengan konotasinya yang dangkal dan dasar keimanan yang tipis
Selasa, 17 April 2012
TEKAD DAN SEMANGAT PANGERAN SIDDHARTA
TEKAD DAN SEMANGAT PANGERAN SIDDHARTA
Dalam rangka menyambut kelahiran cucunya, Raja Suddhodana menyelenggarakan satu pesta yang besar dan meriah. Tetapi Pangeran kelihatan tidak bergembira. Pangeran dengan hati-hati mendekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat mengatasi usia tua, sakit dan mati. Hal ini menimbulkan amarah Raja.Raja tidak memberikan izin kepada Pangeran, seperti terlihat dalam percakapan Raja dan Pangeran berikut:
“Ayah, kalau saya tidak diperkenankan untuk mencari obat mengatasi usia tua, sakit dan mati, saya mohon agar Ayah yang memberikan kepadaku delapan macam anugerah “.
Langganan:
Komentar (Atom)



